
Fakfak, TajukTerkini.com – Upaya pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal terus dilakukan oleh masyarakat Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penanaman 300 pohon pinang oleh Karang Taruna Saharey sebagai bagian dari komitmen mereka menjadikan kampung tersebut sebagai “Permukiman Kampung Pinang”.

Ketua Pemuda Kampung Saharey, Iwan Manggawa, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan keberagaman komoditas selain pala, tetapi juga menggali potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami ingin menghadirkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat dengan menanam pinang di sepanjang koridor jalan kampung. Ini tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga,” ujar Iwan kepada wartawan.
Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Perkebunan Fakfak yang turut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan penanaman. Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan serta edukasi kepada masyarakat agar tanaman pinang ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat maksimal.
“Kami sudah menyerahkan bibit pinang dari stok tahun 2024 dan akan terus memfasilitasi serta memberikan edukasi agar tanaman investasi jangka panjang ini berhasil,” jelas Widhi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa program ini juga sejalan dengan Gerakan Tanam Kebun (GERTAK) Fakfak yang bertujuan mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia untuk peningkatan produksi perkebunan. Dengan pemanfaatan koridor jalan dan lahan permukiman, masyarakat diharapkan dapat lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.
Pinang sendiri dikenal sebagai tanaman endemik yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat, menjadikannya pilihan yang tepat untuk dikembangkan di Kampung Saharey. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan sektor pertanian yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah Fakfak.
